Melestarikan Tari Tradisional Lewat Kaum Milenial

Melestarikan Tari Tradisional Lewat Kaum Milenial

Zaman digital identik dengan kaum milineal. Kaum ini lebih mengenal Hp smartphone, game xbox ataupun play station dan perangkat teknologi (gadget) lainnya dengan segala fungsi permainan dan hiburan yang ada di dalamnya, dibandingkan dengan permainan tradisional dan budaya-budaya asli milik negeri ini. Tari tradisional adalah salah satu budaya yang nyaris ditinggalkan oleh kaum yang lahir di era internet ini.

Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, adalah negara kepulauan yang terdiri dari beragam ras, suku dan budaya yang berbeda. Wujud keberagaman ini diantaranya terlihat dari sisi seni tari tradisional yang sangat banyak yang berasal dari berbagai nusantara dengan segala keunikannya masing-masing yang menjadi potensi dan daya tarik tersendiri bagi masyarakat dunia. Sudah banyak tari tradisional negeri Indonesia yang”lari” ke luar negeri yang menjadi bahan penelitian dan pelestarian, atau bahkan tak jarang yang kemudian diaku oleh negeri-negeri lain di luar sana sebagai khasanah budaya mereka. Hal ini sangat disayangkan dan menjadi bahan renungan bagi seluruh insan dan masyarakat Indonesia untuk bersama bahu-membahu menyelematkannya. Tari tradisional Indonesia adalah milik kita yang akan diwariskan kepada anak cucu kita di masa depan.

Jumlah tarian tradisional yang sangat banyak terasa susah untuk disebutkan satu persatu. Terdapat beberapa tradisional populer yang sering kita dengan dan sudah sangat populer, seperti Tari Saman dari Aceh, Tari Tor-Tor dari Batak Sumatera Utara, Tari Piring dari Sumatera Barat, Tari Serimpi dari Yogyakarta, Tari Gambyong dari Jawa Tengah, Tari Kecak dari Bali, Tari Yapong dari Jakarta, Sekapur Siri dari Jambi, Reog dari Ponorogo Jawa Timur, dan Tari Musyoh dari Papua, serta masih sangat banyak lagi tari tradional lainnya yang tak cukup untuk disebutkan satu-persatu.

Untuk mengenalkan kembali budaya nusantara khususnya tari-tari tradisional ini diperlukan inisiatif-inisiatif di tengah masyarakat. Lilies Suryani bersama dengan teman-temannya di komunitas pecinta tari tradisional mengenalkan dan mengajarkan tarian-tarian tradisional negeri untuk anak-anak remaja milineal di Jakarta. Bekerjasama dengan beberapa pemda kelurahan di Jakarta selain juga secara privat, Lilies mengajarkan berbagai tarian tradiosional untuk kaum milenial. Lokasi tempat belajar menarinya dipilih ruang-ruang publik milik kelurahan seperti aula, pendopo dan tempat umum lainnya. Aktivitas belajar tari bersama Lilies dapat dilihat di IG @lilies_chato, dan terbuka untuk semua kalangan untuk ikut bergabung mulai dari kelas gratis hingga berbayar yang terjangkau.

Untuk mendaftar kelas tari tradisional Lilies Suryani bisa dengan menghubungi kontak yang tecantum di @lilies_chato, atau bisa juga dengan mendaftar secara online di aplikasi MyCourseLink. Pendaftaran online via aplikasi MyCourseLink (aplikasi penghubung kursus yang cepat dan aman) dilayani setiap saat 24/7 seminggu, dengan pembayaran debit atau kartu kredit. Download aplikasi MyCourseLink via Playstore, atau kontak whatsapp di 0813 2513 0663 dan email: info@mycourselink.com.